Jumat, 31 Agustus 2012

THE TIMES THEY ARE A CHANGING




Lama gak nge-blog, tiba-tiba jadi pengin nge-blog lagi. Hehe….

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa aku pasang gambar sampul chapter one piece disini. Apa aku bakal bahas one piece kali ini…..?


Gak kok, nyante aja, ini masih tetap blog tentang film…..ya walaupun one piece keren. Dan mungkin suatu saat bakal aku bahas juga (yang anime tentunya yang bisa masuk blog ini). BTW one piece yang chapter terakhir seru juga lho. Luffy bikin aliansi  Law, dan mereka mau bikin serangan balasan ama Caesar di Punk Hazard Arc. Jadi penasaran nih ama kelanjutan ceritanya, baca 1 chapter per minggu aja gak bakal cukup (belum kalau pas lagi break). Nungguin komiknya keluar malah lebih lama lagi, bisa 3 sampai 4 bulan baru keluar (pernah 6 bulan bahkan).

Eh! Napa jadi ngelantur ngomongin One Piece nih.

Ok. Balik ke topik awal.
“THE TIMES THEY ARE A CHANGING”
Tulisan ini sebenarnya spesial dibuat memperingati HUT Sinematografi Unair yang ke-10.

Yup….gak kerasa ya, udah 1 dekade usia-nya sinema.
Dan satu dekade itu bukan sebuah waktu yang bisa dibilang singkat.

Dalam 1 dekade apel yang disimpan dalam kulkas bisa jadi busuk, mie instan pun bisa kadaluarsa, dalam 1 dekade juga seorang ibu bisa melahirkan 13 anak (cita-cita bikin tim sepakbola pun bisa terwujud lengkap dengan 1 pelatih dan 1 official)

Intinya sih, 1 dekade adalah waktu yang cukup untuk berubah. Dan sinema pun berubah dalam 1 dekade ini.

aku masuk sinema jadi angkatan 6, dan dalam waktu kurang lebih 5 tahun (tahun ini angkatan 11 bakal masuk) ada banyak banget perubahan yang aku rasakan di sinema itu sendiri (padahal belum 1 dekade tuh, aku masuk sinema).

Suatu hari aku ke sekre…..
Suatu hari lagi aku gak ke sekre….
(Repeat 6x)
(Back to Chorus….Ehh!!!)

Jadi setelah sekian lama gak pernah nyekre suatu hari itu aku ke sekre, disitu aku melihat bahwa sekre udah banyak dihuni, wajah-wajah baru….(kebetulan pas lagi rame waktu itu….). ngeliat sekeliling nyari-nyari wajah lama yang kukenal. Lalu…..


“Ahaa…., Akhirnya nemu juga wajah lama….” (sebelum akhirnya aku sadar kalau lagi liat cermin….)
Rupanya hari itu aku sudah jadi yang paling tua di sekre….. (huhu…..kembalikan masa mudaku…..)

Then I look around….
Mereka ketawa-ketiwi, (pasukan muda sinema red.) bercanda tentang hal sudah gak aku mengerti lagi.

Sudah gak ada lagi guyonan lawas tentang kacamatanya Rico yang mau jatuh, tangkapan ikan yang besar (sambil pegang kakinya teetha), guyonan atap legato, atau perdebatan sengit apakah saosin itu cowok atau cewek. (piss....no offense.....sekedar mengingat masa lalu aja....)

Now everything is change….
Kadang pas mereka (singa muda sinema) bercanda guyonan, aku Cuma ngliatin sambil senyum, gak paham ama guyonannya.

Tapi bukannya itu suatu hal yang wajar….
Kita gak bisa mengharapkan bahwa mereka bakal menyukai apa kita sukai dulu.
Setiap generasi punya style-nya sendiri-sendiri.

Seperti orang yang lahir 85-an sampe 90-an yang lebih suka music 90-an. Ato anak2 yang lahir tahun 2000-an yang lebih suka Smash, dkk…..












Seperti orang Jang hidoep tahoen 45-an jang pakai ejaan lama dan t4hun 2000-an y4n6 p4k3 3j44n 4l4y….

Apapun itu…..yang jelas sinema telah berubah, dan akan terus berubah, kita pun juga akan berubah, dan kita harus menghadapi perubahan siap atau tidak siap

Akhir kata…..

Selamat ulang tahun Sinematografi unair 1 dekade
Semoga mimpi-mimpi besarnya bisa terWUJUD


*note
maaf kalau tulisannya agak amburadul…..udah lama gak nulis soalnya……


2 komentar:

  1. Hiks, aku terharu. :')
    We're still a family with unbreakable bond, rite?

    BalasHapus